Masalah kenakalan remaja sering menjadi bahan
pembicaraan yang hangat dalam kaitannya dengan masalah narkotika, tindak
kriminalitas, pelanggaran susila dan tindakan kekerasan seperti perkelahian,
pengeroyokan, penganiyayaan. Badan koordinasi untuk Kesejahtraan Keluargaa dan
anak, mendefinisikan kenakalan remaja sebagai: kelainan dalam tingkah laku
serta perbuatan remaja yang bersifat asosial nahkan anti sosial, dan pelangaran
atas norma agama, sosial dan norma hokum.
Mengapa
terjadi kenakalan remaja? Banyak faktor penyebab nya antara lain: masalah “broken home”, krisis kewibawaan orang
tua dan guru, hubungan yang tidak komunikatif dalam keluarga, kurangnya sosial
control orang tua. Selain itu kuatnya perwujudan melawan otoritas,
konsumerisme, masalah putus sekolah dan kurangnya lapangan kerja serta
urbanisasi.
Yang
perlu di pecahkan sekarang ialah mencari cara penanggulangan terhadap kenakalan remaja ini. Beberpa
penanggulangan diantaranya ialah: peranan agama, yaitu menanamkan sikap hidup
beragama, memberi pengertian agar remaja menghayati segala norma agama dan
harus mematuhi secara konsekuen. Mereka di ajak berfikir dan bersikap untuk
merealisasikan seluruh ketentuan beragamg baik yang yang bersipat vertical
(hubungan manusia dengan Allah) maupun yan bersipat horizontal (hubungan sesama
manusia).
Peranan orang tua sangat penting. Kini
orang tua harus lebih canggih mendidik anak, lebih ilmiah. Orang tua perlu
membaca, mengikuti kursus atau ceramah yang berkaitan dengan urusan remaja,
sehingga menjadi orang yang di kehendaki remaja, sehingga dapat menentukan posisi
yang tepat demi kemajuan anak-anaknya. Orang tua sebaiknya menempatkan anak
sebagai mitra, yang terbuka tentang segala persoalan keluarga sehingga anak merasa
sebagai bagian yang punya arti yang harus turut mempertanggungjawabkan
keluarganya. Orang tua perlu memberi contoh tetang hidup rukun, jujur, sopan,
dan demokratis . Orang tua harus menjadi sumber motifasi bagi anaknya.
Peran sekolah mutlak perlu, yaitu secara
periodik mengadakan pembahasan masalah remaja bersama psikolog dan orang tua
murid untuk saling memberi informasi. Sekolah harus mempuanyi peta kerawanan
siswa, menciptakan suasana di siplin tetapi bukan disipilin mati.
Pengembangan kreatifitas, sangat penting
untuk menyalurkan bakat terpendam yamg terkandumgremaj sendiri kurang tahu
memanfaatkannya. Bakat ini perlu digali dan dikembangkan baik disekolah atau di
organisasi remaja. Dengan kreativitas dan karya nyata akan mepertebal rasa
percaya diri bagi para remaja.
Mewujudkan dan meningkatkan konsep Wyatamandala,
yaitu suatu wawasan antara guru dan orang tua harus ada saling pengertian
dan kerja sama yang erat untuk mengemban tugaspendidikan. Kesinambungan antara
pendidikan di sekolah dan di rumah akan baik jika hubungan orang tua dengan
pendidik terjalin baik.
Demikianlah
beberapa cara yang dapat di tempuh untuk menanggulangi kenakalan remaja. Kita
yakin tentu masih ada cara-cara lain yang tak tersebut dalam uraian di atas.
Semoga
bisa bermanfaat bagi si pembaca dan bisa menanggulangi remaja jaman sekarang
untuk bisa berubah menjadi yang lebih baik,untuk bisa menjadi pemuda – pemuda
penerus bangsa. Sekian dan terima kasih.



No comments:
Post a Comment